MAKALAH SEJARAH INDONESIA TENTANG KONSEP PIKIR SINKRONIS DAN DIAKRONIS



KATA PENGANTAR

          Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Sejarah Indonesia “Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis dalam Sejarah serta Indonesia pada Masa Prasejarah”.
          Makalah Sejarah Indonesia ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam membuat tugas makalah ini.
          Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami mampu memperbaiki tugas makalah selanjutnya.
          Akhir kata, kami berharap semoga Makalah Sejarah Indonesia “Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis dalam Sejarah serta Indonesia pada Masa Prasejarah” ini dapat memberikan manfaat serta inspirasi kepada pembaca.

Kertosono, 03 Agustus 2018

Penyusun





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................................1
DAFTAR ISI...................................................................................................................................2
BAB 1 : PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah................................................................................................3
B.     Rumusan Masalah.........................................................................................................3
C.     Tujuan Penulisan..........................................................................................................4
BAB 2 : PEMBAHASAN
A.    Pengertian Sinkronis.....................................................................................................5
B.     Pengertian Diakronis.....................................................................................................5
C.     Perbedaan Sinkronis dan Diakronis..............................................................................6
D.    Hubungan Antara Sinkronis dan Diakronis..................................................................6
E.     Indonesia pada Masa Prasejarah...................................................................................7
F.      Unsur – Unsur Sejarah..................................................................................................7
G.    Tradisi Lisan.................................................................................................................7
SOAL-SOAL.................................................................................................................................9
KUNCI JAWABAN....................................................................................................................10
BAB 3 : PENUTUP
A.    Kesimpulan.................................................................................................................12
B.     Saran............................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................13




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

          Pengertian sejarah secara umum adalah peristiwa yang dialami manusia yang telah terjadi di masa lampau. Sedangkan definisi ilmu sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan (Moh. Yamin).
          Setiap masyarakat pasti mempunyai tradisi sejarah yang dilakukan turun temurun dari zaman nenek moyang. Perkembangan tradisi dapat dilihat dari perkembangan masa Praaksara dan masa Aksara. Di era modern ini, jika kita melihat alat penerangan kini dibeberapa daerah pedesaan mungkin masih ada yang menggunakan lampu teplok/ublik yang ditempel di dinding rumah-rumah. Untuk mengetahui kehidupan masyarakat masa Praaksara diperlukan konsep berpikir yang sinkronis dan diakronis agar diperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai suatu kehidupan sosial.

B.     Rumusan Masalah
Masalah dalam makalah ini mencakup :
1.      Apa pengertian konsep berpikir secara sinkronik?
2.      Bagaimana ciri-ciri cara berpikir sinkronik dalam mempelajari sejarah?
3.      Apa pengertian konsep berpikir secara diakronik?
4.      Bagaimana ciri-ciri cara berpikir diakronik dalam mempelajari sejarah?
5.      Apa perbedaan konsep berpikir secara sinkronik dan diakronik?
6.      Apa manfaat menggabungkan konsep berpikir secara sinkronik dan diakronik dalam mempelajari sejarah?
7.      Bagaimana keadaan Indonesia pada masa Prasejarah?
8.      Apa saja unsur dalam sejarah?
9.      Bagaimana cara masyarakat mewariskan sejarah pada masa Prasejarah?

C.    Tujuan Penulisan
Tujuan kami menulis makalah ini adalah :
1.      Untuk memenuhi tugas mata pelajaran Sejarah Indonesia.
2.      Untuk menambah wawasan mengenai konsep berpikir secara sinkronis dan diakronis dalam mempelajari sejarah serta menambah pemahaman tentang keadaan Indonesia pada masa Prasejarah.
3.      Memberi informasi tambahan pada pembaca.





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Sinkronik
          Sinkronik artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu. Pendekatan sinkronik adalah menganalisa sesuatu pada saat tertentu, tidak menjelaskan suatu peristiwa dari awal dan hanya pada intinya saja. Ini tidak berusaha untuk membuat kesimpulan tentang perkembangan peristiwa yang berhubungan dengan kondisi saat ini, namun meneliti kondisi sejarah atau masa lalu. Cara berpikir sinkronik sangat mementingkan struktur yang terdapat dalam setiap peristiwa. 
          Ilmu sinkronik, yaitu ilmu yang meneliti gejala – gejala yang meluas dalam ruang tetapi dalam waktu yang terbatas. Sebagai contoh menjelaskan tentang peristiwa trisakti yang terjadi pada 12 Mei 2018. Cara berpikir secara sinkronik dalam sejarah adalah sebagai
berikut :
·         Mengamati kehidupan sosial secara meluas berdimensi ruang.
·         Memandang kehidupan masyarakat sebagai sebuah sistem yang terstruktur dan saling berkaitan antara unit satu dengan unit yang lain.
·         Menguraikan kehidupan masyarakat secara deskriptif.
·         Menjelaskan struktur dan fungsi dari masing-masing unit dalam kondisi statis.


B.     Pengertian Diakronis
           Diakronik artinya memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang. Diakronis artinya suatu peristiwa berhubungan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya, dan tidak berdiri sendiri atau muncul begitu saja. Secara singkatnya, diakronik adalah melalui konsep ini kita dapat melakukan perbandingan serta melihat tahapan perkembangan sejarah dari masa ke masa. Konsep berpikir diakronis memandang peristiwa dalam sejarah mengalami perkembangan dan bergerak sepanjang waktu. Cara berpikir secara diankronik adalah sebagai berikut :
·         Memandang masyarakat sebagai sesuatu yang terus bergerak dan memiliki hubungan kausalitas atau sebab akibat.
·         Mempelajari kehidupan sosial secara memanjang berdimensi waktu.
·         Menguraikan proses transformasi yang terus berlangsung dari waktu ke waktu secara berkesinambungan.
·         Menguraikan kehidupan masyarakat secara dinamis.


C.    Perbedaan Sinkronis dan Diakronis
No.
Sinkronis
Diakronis
1
Meluas dalam dimensi ruang
Memanjang dalam dimensi waktu
2
Sistem testruktur dan saling berkaitan
Terus bergerak dengan hubungan sebab akibat (kausalitas)
3
Deskripsi integratif (menyatu)
Naratif, berproses dan bertransformasi
4
Statis (tetap)
Dinamis (cepat berubah)
5
Menekankan pada struktur dan fungsi
Menekankan pada proses dan durasi
6
Digunakan dalam ilmu geografi, sosiologi, politik, ekonomi, antropologi dan arkeologi
Digunakan dalam ilmu sejarah


D.    Hubungan Antara Sinkronis dan Diakronis
          Jika menggunakan konsep berpikir secara sinkronik dan diakronik akan diperoleh pemahaman yang lebih utuh tentang suatu kehidupan sosial. Pembahasan secara sinkronis memberikan pemahaman meluas serta testruktur dari sebuah sistem sosial. Sementara secara diakronis memberikan pemahaman dinamis terhadadap kehidupan sosial yang terus bergerak, berproses dan bertransformasi dengan menggabungkan keduanya, maka mampu menjelaskan keterkaitan antar bagian dan juga urutan kronologis dan dinamis dalam waktu tertentu. Perbedaan keduanya terdapat pada cara memahami dan mempelajari hal-hal di peristiwa tertentu. Sebenarnya konsep berpikir sinkronis dan diakronis saling melengkapi , karena dapat diperoleh pemahaman bukan hanya tentang "apa" yg terjadi, tetapi juga "mengapa" sesuatu terjadi.


E.     Indonesia pada Masa Prasejarah
          Prasejarah manusia adalah masa di mana perilaku dan anatomi manusia pertama kali muncul, sampai adanya catatan sejarah yang kemudian diikuti dengan penemuan aksara. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut.
      Zaman prasejarah di Indonesia sendiri diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur baru memasuki era sejarah. Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologi, astronomi, biologi, geologi, antropologi, arkeologi. Prasejarah manusia adalah masa di mana perilaku dan anatomi manusia pertama kali muncul, sampai adanya catatan sejarah yang kemudian diikuti dengan penemuan aksara.
           Peristiwa-peristiwa pada masyarakat yang belum mengenal tulisan tidak meninggalkan bukti-bukti tertulis. Jika menjelaskan suatu asal-usul tempat, maka yang dijadikan bukti hanya bukti benda atau artefak dari benda itu sendiri. Penjelasan  terhadap asal-usul suatu tempat itu lebih banyak berupa cerita lisan. Dalam  masyarakat yang belum mengenal tulisan terdapat upaya untuk mengabadikan pengalaman masa lalunya melalui cerita yang disampaikan secara lisan dan terus-menerus diwariskan dari generasi ke generasi.
        Tradisi lisan merupakan cara mewariskan sejarah pada masyarakat yang belum mengenal tulisan, dalam bentuk pesan-pesan verbal yang berupa pernyataan-pernyataan yang pernah dibuat di masa lampau oleh generasi yang hidup sebelum generasi yang sekarang ini. Ada beberapa hal yang menjadi ciri dari tradisi lisan, yaitu pertama menyangkut pesan-pesan yang berupa pernyataan-pernyataan lisan yang diucapkan, dinyanyikan atau disampaikan lewat musik. Tradisi lisan dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti petuah-petuah, kisah, cerita kepahlawanan dan dongeng.


F.     Unsur – Unsur Sejarah
1.      Manusia
Bila tidak ada unsur manusia, maka sejarah tidak akan disebut sejarah. Hal ini dikarenakan manusia yang terlibat dalam peristiwa sejarah itu. Selain itu pada akhirnya manusia juga yang menceritakan dan menuliskan kembali peristiwa sejarah yang telah terjadi.
2.      Ruang
Tempat kejadian suatu sejarah disebut sebagai ruang. Ruang pun memiliki peran yang sangat penting karena dalam suatu peristiwa sejarah, pasti terdapat tempat terjadinya suatu peristiwa bersejarah.
3.      Waktu
Waktu memiliki peran yang penting dalam unsur sejarah karena dengan waktu, kita dapat mengetahui kapan suatu peristiwa sejarah terjadi. Segala aktivitas manusia dibatasi oleh satuan waktu.



G.    Tradisi Lisan
Tradisi Lisan adalah pesan atau kesaksian yang disampaikan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi utamanya adalah pewarisan dan perekaman terhadap peristiwa  yang terjadi pada masa lalu menurut pandangan suatu kelompok masyarakat. Tradisi lisan dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain :

  1. Petuah – Petuah
    Petuah-petuah tersebut merupakan rumusan kalimat yang dianggap mempunyai arti khusus bagi kelompok,yang biasanya dinyatakan berulang-ulang untuk menegaskan satu pandangan kelompok yang diharapkan dapat menjadi pegangan bagi generasi-generasi berikutnya.
  2.  Kisah Tradisi lisan mengisahkan tentang kejadian-kejadian di sekitar kehidupan kelompok, baik sebagai kisah perorangan (personal tradition) atau sebagai kelompok (group account). Cara penyampaian fakta memamg seperti menyampaikan gosip (penuh dengan tambahan-tambahan menurut selera penuturnya), maka disebut pola dengan istilah ”historical gossip”(gosip yang bernilai sejarah).
  1. Cerita kepahlawanan
    Cerita kepahlawanan berisi bermacam macam gambaran tentang tindakan-tindakan kepahlawanan yang mengagumkan bagi kelompok pemiliknya yang biasanya berpusat pada tokoh-tokoh tertentu (biasanya tokoh-tokoh pemimpin masyarakat).
  2. Dongeng
    Dongeng umumnya bersifat fiksi belaka di mana faktanya boleh dikatakan tidak ada, dan memang biasanya bertujuan untuk menghibur atau menyenangkan pendengarnya di dalamnya terkandung unsur-unsur petuah.

Ciri-ciri tradisi lisan :
1.      Penyebarannya melalui lisan (dari mulut ke mulut tanpa bukti tertulis)
2.      Tidak diketahui penciptanya (anonim)
3.      Menjadi milik bersama bagi masyarakat tertentu
4.      Bersifat tradisional
5.      Hadir dalam versi yang berbeda-beda (pandangan orang berbeda-beda/saksi yg berbeda)
6.      Ada sejak manusia memiliki kemampuan berkomunikasi meski belum mengenal tulisan, tetapi  mereka sudah mampu merekam peristiwa masa lalunya






BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
          Sinkronik artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu. Sedangkan Diakronik artinya memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang. Pembahasan secara sinkronis memberikan pemahaman meluas serta testruktur dari sebuah sistem sosial. Sementara secara diakronis memberikan pemahaman dinamis terhadadap kehidupan sosial yang terus bergerak, berproses dan bertransformasi dengan menggabungkan keduanya, maka mampu menjelaskan keterkaitan antar bagian dan juga urutan kronologis dan dinamis dalam waktu tertentu. Perbedaan keduanya terdapat pada cara memahami dan mempelajari hal-hal di peristiwa tertentu. Sebenarnya konsep berpikir sinkronis dan diakronis saling melengkapi, karena dapat diperoleh pemahaman bukan hanya tentang "apa" yg terjadi, tetapi juga "mengapa" sesuatu terjadi.
          Prasejarah manusia adalah masa di mana perilaku dan anatomi manusia pertama kali muncul, sampai adanya catatan sejarah yang kemudian diikuti dengan penemuan aksara. Dalam  masyarakat yang belum mengenal tulisan terdapat upaya untuk mengabadikan pengalaman masa lalunya melalui cerita yang disampaikan secara lisan dan terus-menerus diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi lisan merupakan cara mewariskan sejarah pada masyarakat yang belum mengenal tulisan, dalam bentuk pesan-pesan verbal yang berupa pernyataan-pernyataan yang pernah dibuat di masa lampau oleh generasi yang hidup sebelum generasi yang sekarang ini.


B.     Saran
·         Sebagai pelajar kita harus mempelajari sejarah agar mengetahui kehidupan di masa lampau.
·         Mempelajari sejarah sebagai sumber inspirasi yang memperluas wawasan dan pemikiran.
·         Menjadikan sejarah sebagai pedoman hidup agar lebih baik di masa mendatang.
·         Sebaiknya mempelajari sejarah agar mampu menciptakan inovasi baru di masa yang akan datang.





DAFTAR PUSTAKA

Lilik Harisuprihanto.2018. Sejarah Indonesia X-Semester 1. Solo: CV Grahadi.
Ringgo Rahata, Melkisedek Bagas Fenetiruma, Vicky Nurul Islamiyah. 2017. Sejarah Indonesia Kelas X Semester 1. Klaten: Intan Pariwara.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH TEKS DISKUSI ILMU AGAMA ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN UMUM